Struktur dan Kaidah Kebahasaan Teks Diskusi

A. Struktur Teks Diskusi

Dalam teks diskusi, terdapat beberapa bagian/struktur yaitu:

a. Pengenalan isu
Bagian ini berisi penjelasan awal mengenai topik atau pun masalah tertentu yang bersifat kontroversial atau menimbulkan pendapat pro dan kontra.

b. Paparan argumen
Paparan argumen berisi uraian argumen yang mendukung dan yang menentang. Kedua-duanya disertai sejumlah fakta, alasan, pengalaman, atau pun pendapat
dari sumber-sumber tertentu yang mendukung argumen itu.

C. Simpulan
Simpulan berisi rangkuman atau rumusan jalan tengah antara argumen yang mendukung dan menentang. Di dalamnya dapat disertai juga saran-saran.


Struktur teks diskusi beserta contoh kalimatnya:

Pengenalan isu :
Tak dipungkiri, media sosial kini menjadi bagian dari gaya hidup di era informasi. Berbagai hal dapat kita lakukan dengan menggunakan media sosial, dari hal-hal yang positif maupun hal-hal yang negatif. Namun secara umum, media sosial digunakan untuk memenuhi kebutuhan sosial manusia
yakni berkomunikasi dengan orang lain, baik orang terdekat maupun orang dari belahan dunia lain. Karena didorong oleh kebutuhan sosial inilah, banyak kalangan yang kini memiliki akun media sosial sebagai alat komunikasi.


Paparan argumen :
Salah satu kalangan yang kini juga banyak menggunakan media sosial
adalah kalangan pelajar. Hal ini masih menjadi perdebatan mengingat
banyaknya manfaat digunakannya media sosial di kalangan pelajar seperti meningkatkan kreativitas dan membantu proses pembelajaran. Namun di sisi lain, media sosial juga memiliki dampak negatif salah satunya adalah kerap dijadikan sebagai sarana untuk mem-bully atau melakukan perundungan kepada pelajar lainnya.

Tentu kerap kita dengar atau lihat melalui media massa bahwa ada sekelompok pelajar yang melakukan perundungan terhadap temannya. Perundungan tidak hanya dilakukan di sekolah, melainkan juga dilakukan di dunia maya. Menurut hasil studi yang telah dilakukan oleh para ahli, perundungan yang dilakukan di dunia maya dapat menimbulkan trauma yang jauh lebih mendalam. Hal ini dapat mengakibatkan pelajar yang menjadi korban perundungan melakukan bunuh diri karena tidak tahan
dengan apa yang dialami.

Untuk mengatasi hal ini, ada baiknya para orang tua memberikan
pemahaman- yang mendalam kepada anak-anaknya tentang apa itu.media
sosial dan sisi positif maupun sisi negatif yang ditimbulkan. Selain itu, tidak
ada salahnya orang tua juga menjadi pengikut di akun media sosial yang
dimiliki oleh anak-anak mereka. Hal ini dimaksudkan untuk memonitor
kegiatan anakcanak mereka. Dengan memberikan pemahaman yang
baik dan pengawasan yang terukur, sebagai orang tua sejatinya telah
memberikan perlindungan bagi anak-anak mereka.

Simpulan :
Diharapkan media sosial. Pihak sekolah dapat membuat semua pihak dapat bersama-sama mencegah dampak negatif aturan untuk melarang setiap aktivitas sekolah yang dapat mengarah pada aksi perundungan. Orang tua juga dapat terus memperhatikan anak-anaknya agar dapat menggunakan media sosial secara bijak dan tidak terjerumus ke hal-hal yang negatif.


B. Kaidah Kebahasaan Teks Diskusi

a. Kohesi dan Koherensi
Koherensi :
merupakan pengaturan secara rapi kenyataan dan gagasan, fakta, dan ide menjadi suatu untaian yang logis sehingga mudah memahami pesan yang dihubungkannya

Kohesi :
adalah keserasian hubungan antara unsur yang satu dengan unsur yang lainnya dalam wacana sehingga tercipta pengertian yang apik atau koheren.

Contoh :
Pak Budi mengajar Matematika dan Kesenian. Pelajaran tersebut merupakan pelajaran yang dikuasainya dan mampu diajarkannya dengan baik. Karena Pak Budi merupakan lulusan sarjana pendidikan.


b. Konjungsi
Konjungsi digunakan untuk menggabungkan dua gagasan dalam satu kalimat, sementara konektif digunakan untuk mengaitkan gagasan di antara kalimat dan paragraf yang berbeda.

Misalnya: dan, tetapi, namun, bagaimanapun, alasan lain mengapa, juga, dalam hal lain, atau, pertama, kedua, akhirnya, tanpa memperhatikan, tidak semua orang setuju, sementara, meskipun, yang utama, pada akhirnya, sebab, oleh karena itu.

Macam-macam konjungsi:

1. Waktu : 
sesudah, setelah itu, sebelum, sehabis, sejak, selesai, ketika, tatkala, pada saat, sewaktu, sementara, sambil, seraya, selagi, selama, sehingga, sampai.

Contoh dalam kalimat:
Semenjak bertemu dia, duniaku terasa berbunga-bunga.

2. Syarat :
jika, kalau, jikalau, asal(kan), bila, manakala

Contoh dalam kalimat:
Kamu harus minta maaf kepadanya, jika masih punya hati nurani.

3. Pengandaian
andaikan, seandainya, umpamanya, sekiranya

Contoh dalam kalimat:
Seandainya saja aku seekor burung, pasti aku hidup dengan bebas saat ini.

4. Tujuan :
Agar, supaya, supaya, biar

Contoh dalam kalimat:
Nurul rajin belajar agar ia bisa jadi ranking satu semester ini.

5. Konsesif :
Biarpun, meski(pun), sekalipun, walau(pun), sungguhpun, kendati(pun)

Contoh dalam kalimat:
Aku tetap tidak memedulikannya, walaupun dia merengek tanpa henti.

6. Pemiripan
seakan-akan, seolah-olah, sebagaimana, seperti, sebagai, laksana, bak

Contoh dalam kalimat:
Kue ini rasanya mirip seperti buatan ibuku.

7. Penyebaban
sebab, karena, karenanya, karena itu, oleh sebab itu

Contoh dalam kalimat:
Ayah tidak mengizinkan aku pergi karena khawatir dengan kesehatanku.

8. Pengakibatan
(se)hingga, sampai(-sampai), maka(nya)

Contoh dalam kalimat:
Kamu terjatuh di tangga saat bermain, sehingga kamu terluka.


c. Modalitas
Modalitas adalah kata yang mempunyai makna kemungkinan, kenyataan, dan sebagainya yang dinyatakan dalam kalimat.

Biasanya dinyatakan dengan kata-kata seperti harus, akan, ingin, mungkin.
contoh kalimat :
1. Kami tentu akan mendukungmu dalam ajang pencarian bakat itu.
2. Akan kuselesaikan pekerjaan tersebut sesuai dengan tenggat waktu yang telah ditentukan.

d. Emotif
Kalimat emotif atau sekumpulan kata emotif adalah ragam kalimat dengan kata yang mengandung pikiran dan perasaan positif atau negatif yang bersifat subjektif.

Kata emotif yang wajib diketahui antara lain adalah "senang", "sedih", "marah", "cinta", "bahagia", "takut", dan lain sebagainya.
Contoh penggunaan kata emotif dalam kalimat:
 1. Aku merasa sangat bahagia saat mendengar kabar baik itu. 
2. Dia sangat sedih karena kehilangan orang yang dicintainya.

e. Evaluatif
Digunakan untuk mengungkapkan apresiasi, kritik, atau penilaian terhadap suatu hal. Kata-katanya seperti bagus, buruk, indah, jelek, menyenangkan, menyedihkan, dan sebagainya.
Contoh kalimat : 
1. Suaranya bagus sekali! Ia bernyanyi seperti seorang malaikat!

f. Kata kerja mental
kata kerja mental adalah kata yang mengungkapkan reaksi seseorang terhadap suatu perbuatan, pengalaman, atau keberadaan.

Suatu kalimat yang menggunakan kata kerja mental biasanya terdiri atas pengindera dan suatu kejadian. Contohnya,
1. Ayah (pengindera) terkejut melihat (kata kerja mental) banjir di depan rumah (fenomena).
2. Roni khawatir memikirkan adiknya yang belum tiba di rumah dari kemarin.

g. Kata kerja tindakan
Kata kerja tindakan :
kata yang menjelaskan peristiwa fisik yang dialami oleh seorang tokoh, dan umumnya menggunakan awalan 'me-' dalam kalimat aktif. 
Contoh :
1. Dayu senang membaca novel fantasi.
2. Budi sedang mencuci pakaian.